Dosen Program Studi Sastra Inggris Lolos Hibah BIMA 2026

10 Apr 2026 14
Dosen Program Studi Sastra Inggris Lolos Hibah BIMA 2026

Dua Dosen Program Studi Sastra Inggris Universitas Bangka Belitung Raih Pendanaan Hibah BIMA Tahun 2026

Universitas Bangka Belitung kembali mencatatkan capaian membanggakan dalam penguatan tridarma perguruan tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat. Dua dosen Program Studi Sastra Inggris, yaitu Dr. Diana Anggraeni, M.Hum. dan Dr. M. Afifulloh, S.S., M.Hum., berhasil memperoleh pendanaan Hibah BIMA Tahun 2026. Keberhasilan ini menjadi indikator positif atas meningkatnya kapasitas akademik dosen Universitas Bangka Belitung dalam merancang dan melaksanakan program pengabdian yang relevan, aplikatif, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Perolehan hibah tersebut juga memperlihatkan komitmen institusi dalam mendorong lahirnya program-program pengabdian yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi penguatan masyarakat dan pembangunan berbasis pengetahuan. 

Dr. Diana Anggraeni, M.Hum. memperoleh pendanaan pada Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat dengan judul Pengabdian “Penerapan Aplikasi Artificial Intelegence dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Anak Berkebutuhan Khusus di SLBN Pangkal Pinang.” Program ini menunjukkan perhatian yang kuat terhadap inovasi pembelajaran inklusif melalui pemanfaatan teknologi, khususnya dalam mendukung proses pembelajaran bahasa Inggris bagi anak berkebutuhan khusus. Secara substantif, kegiatan ini mencerminkan integrasi antara pengembangan keilmuan bahasa, teknologi, dan keberpihakan pada pendidikan yang inklusif dan adaptif.

Sementara itu, Dr. M. Afifulloh, S.S., M.Hum. juga memperoleh pendanaan pada Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat melalui judul pengabdian “Pelatihan Terpadu Pelayanan dan Promosi Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal Guna Meningkatkan Daya Saing Desa Wisata Pelepak Pute.” Program ini memiliki signifikansi strategis dalam mendukung penguatan kapasitas masyarakat desa wisata melalui peningkatan mutu pelayanan, promosi pariwisata, dan optimalisasi nilai-nilai kearifan lokal sebagai basis daya saing. Dengan demikian, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pengembangan sektor pariwisata, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Secara akademis, capaian ini menegaskan bahwa bidang ilmu bahasa dan sastra memiliki kontribusi yang luas dalam menjawab berbagai kebutuhan masyarakat, baik dalam konteks pendidikan inklusif maupun pengembangan potensi lokal. Kedua program pengabdian tersebut memperlihatkan bagaimana kompetensi keilmuan dosen dapat diterjemahkan ke dalam praktik pemberdayaan yang kontekstual, inovatif, dan berdampak langsung.